Resensi “Eutanasia”: F.A. Eka Yuantoro, MSF

Judul                                        :           Eutanasia

Pengarang                               :           F.A. Eka Yuantoro, MSF

Perbit                                       :           Obor

Tempat penerbitan                :           Jakarta

Tahun Terbit                           :           2005

Jumlah Halaman                     :           115

Dewasa ini, pelbagai macam permasalahan moral muncul dalam kehidupan kita sehari-hari. Salah satunya menyangkut permasalahan eutanasia. Eutanasia merupakan permasalahan menyangkut kehidupan dan kematian manusia. Masalah ini bukan hanya sekedar masalah kesehatan, ekonomi, hukum, dan sosial saja, tetapi lebih merupakan masalah moral karena menyangkut benar atau salah dan boleh atau tidak boleh melakukannya.

Saat ini manusia tidak lagi menghargai hidup dan Allah sebagai pemberi hidup itu. Manusia dengan pengetahuannya dan didasari dengan superioritasnya atas ciptaan yang lain seakan-akan berupaya untuk menjadi “alter deus” (allah lain) dengan merampas kedaulatan Allah sebagai satu-satunya pemegang kuasa untuk memberi hidup dan mengambil kembali hidup itu.

Permasalahan eutanasia menjadi bahan perdebatan antara dua kelompok. Kelompok yang pertama adalah golongan-golongan yang berupaya untuk menolak tindakan eutanasia yang dilakukan secara sadar, sengaja, dan langsung. Di samping itu, kelompok yang kedua terdiri dari golongan-golongan yang berupaya untuk melegalkan tindakan eutanasia dengan berpegang pada prinsip “the right to die” atau hak untuk mati.

Kelompok pertama berupaya menolak tindakan eutanasia karena menurut mereka hidup manusia itu luhur dan merupakan anugerah Allah yang begitu besar. Manusia memiliki kebebasan untuk mengembangkan hidupnya dan bukan untuk mengakhirinya. Hidup dan mati manusia ada di tangan Tuhan.

Selain itu, kelompok yang menjunjung prinsip “The right to die” beranggapan bahwa jika manusia mempunyai hak untuk hidup, maka ia juga mempunyai hak untuk mati. Dalam situasi yang sulit, di mana seseorang tidak lagi mempunyai kepastian hidup karena penyakit yang dideritanya, maka ada baiknya jika hidupnya diambil tanpa mengalami penderitaan. Dengan mengambil hidupnya, ia dibebaskan dari penderitaan yang amat besar ini. Dengan kata lain, golongan ini melihat tindakan eutanasia sebagai suatu tindakan karitatif.

Dalam buku ini, masalah eutanasia dibahas dalam berbagai bidang yakni:

  • Bidang kesehatan (medis). Penulis melihat permasalahan eutanasia dari segi medis karena para petugas medis merupakan agen yang bekerja langsung dalam pemeliharaan hidup manusia. Penulis mengkaji permasalahan ini terutama dari sudut pandang Etika Kedokteran yang digariskan oleh Hippokrates, yang pada intinya menjunjung tinggi nilai hidup manusia.
  • Bidang ekonomi. Masalah ekonomi menjadi faktor yang sangat mempengaruhi. Biaya pengobatan yang mahal dan sistem rumah sakit yang berbelit-belit dapat menjadi faktor yang sangat mempengaruhi orang untuk melakukan tindakan eutanasia.
  • Bidang hukum. Hukum di Indonesia secara tegas menindak siapa saja yang berhubungan dengan tindakan eutanasia. Tindakan eutanasia aktif-langsung merupakan pelanggaran berat karena merupakan tindakan pembunuhan.
  • Bidang psikologi. Faktor psikologi dari orang yang mengalami penderitaan akan sangat berpengaruh. Orang yang sedang tertekan biasanya tidak bisa menerima kenyataan yang ada dan biasanya akan meminta diakukannya tindakan eutanasia.
  • Bidang sosial. Masalah eutanasia menyangkut kehidupan bersama. Dalam hal ini, ada hubungan personal dari orang-orang yang berada di dalamnya, misalnya pasien, petugas kesehatan, keluarga dan orang-orang dekat, petugas pastoral, dsb.
  • Agama. Setiap agama mengajarkan umatnya untuk menghargai kehidupan sebagai pemberian Sang Pencipta. Hidup harus dihargai semestinya sesuai dengan kodratnya yang luhur.

Pada bagian akhir buku ini, penulis memberikan refleksi teologis beserta dengan langkah pastoral yang bertujuan untuk mencegah tindakan eutanasia dan juga agar pasien yang menderita tidak putus asa dan mengambil tindakan eutanasia.

Kelebihan dari buku ini ialah bahwa penulis tidak hanya melihat masalah eutanasia dari sudut pandang iman kristiani, tetapi juga dari pelbagai bidang dan disiplin ilmu,  bahkan dari sudut pandang agama-agama lain. Dengan demikian, para pembaca terbantu untuk merumuskan sikapnya secara tepat dan akhirnya dapat mengambil keputusan yang tepat pula serta dibenarkan secara moral, pastoral, dan ajaran agama. Buku ini layak dibaca oleh semua kalangan, khususnya para dokter, petugas kesehatan, pemimpin umat, dan para keluarga pasien.

About myshark79

Motto: "Ne distuleritis in crastinum diem, quod hodie facere potestis"
This entry was posted in Resume. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s